Makassar, Titik.Terang .com Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40, Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Seminar Kebencanaan bertema “Relawan Kemanusiaan dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia” yang berlangsung di lingkungan Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan penguatan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan yang semakin kompleks di Indonesia.Kamis (11/juni/2026)
Seminar yang dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan kebencanaan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Sulawesi Selatan, organisasi potensi SAR, lembaga kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, hingga masyarakat umum. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang mencerminkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Mengusung semangat kemanusiaan dan pengabdian, Seminar Yang di Moderatori Maya Alkhaerat menghadirkan narasumber Dr.Amson Padolo S Sos.M.Si dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Ilham Alimuddin S.T.M.Gis, PH.D Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Nurfajri Mustari S Ikom serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Para pemateri membahas berbagai isu strategis terkait kebencanaan, mulai dari Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2026, kegempaan di Sulawesi dan upaya mitigasinya, hingga optimalisasi peran organisasi SAR mahasiswa dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa relawan kemanusiaan memiliki posisi yang sangat penting dalam siklus penanggulangan bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Relawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman yang baik mengenai risiko bencana, koordinasi lintas sektor, serta kemampuan edukasi kepada masyarakat.Ketua panitia Muhammad Reski menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen SAR Unhas untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan. Melalui forum diskusi yang interaktif, peserta diharapkan mampu memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring kolaborasi yang lebih kuat dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara umum.
Memasuki usia ke-40 tahun, SAR Unhas terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan serta kemanusiaan. Melalui seminar kebencanaan ini, SAR Unhas berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas relawan, memperkuat sinergi dengan berbagai instansi dan mitra, serta membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.










