Makassar .Titik.Terang.Com . Forum Kajian Keselamatan Transportasi Menggelar Diskusi khusus membahas Transportasi Laut di Kapal Dharma Rucitra V Selasa 13 Oktober 2026.
Gamang akan kejadian yang menimpa transportasi layt di Indonesia FKJT. Menggelar Diskusi yang mendudukkan Para pemangku kebijakan perairan laut ;Ridwa M Pelni ),Iwan S (GM Pelindo Makasar ).Rendra Jastina SE.E.MBA(PT.iKI Makassar ) Jon Kenedi (KSOP Utama Makassar)Yandi Hermawan (Kepala Cabang DLU Makassar ,Firman (Bakti Komdigi) ,Suhan (IPERINDO ) ,Sulasman A ( BKI Makassar) DR. Syamsul Asri (Akademisi Tekhnik Perkapalan UNHAS) Subrapto.S.Amd (KKM Rb 212 Basarnas , Maya Alkhaerat SAR UNHAS .
Dalam diskusi Yang di Pandu Dr Firman H Usain semua sepakat bahwa transportasi laut berperan pentingdalam menghubungkan wilayah kepulauan, mendukung mobilitas masyarakat, dan menjaga kelancaran distribusi barang. Karena itu, layanan pelayaran perlu didukung kapal yang laik dan siapberoperasi seperti yang di sampaikan oleh BKI dan PT IKI, sistem komunikasi yang memadai danbisa mencover wilayah perairan seperti yang disarankan oleh Bakti Komdigi Makassar, serta awakkapal dan pemangku kepentingan yang terlatih serta mengerti SOP pemuatan barang seperti yangdi sampaikan oleh KSOP Makassar. Dalam diskusi ini Pelindo Makassar mengungkapkan rencana pengadaan alat detektor muatan yang bisa memeriksa muatan yang akan naik di kapal untuk mencegah adanya muatan yang berbahaya. Materi pengantar menggunakan gambaran kejadian darurat di laut untuk mengingatkan bahwa respons cepat perlu ditopang kesiapan sebelum insiden terjadi.
Tiga Gagasan Utama yang Dibahas
1. Percepatan perbaikan dan kesiapan operasional laik laut kapal
Gagasan pertama berfokus pada service running: mempercepat proses perbaikan dan perawatan tanpa mengabaikan pemeriksaan teknis, kelengkapan operasional, dan persyaratan keselamatan.Kesiapan kapal perlu ditunjang perencanaan docking yang baik, ketersediaan suku cadang, dukungan galangan, serta pemeriksaan dan sertifikasi sesuai ketentuan. Tujuannya adalah menjaga keandalan layanan dan memastikan kapal kembali beroperasi hanya setelah memenuhi persyaratan keselamatan.
2. Peningkatan konektivitas digital melalui Wi-Fi di kapal
Gagasan kedua mengusulkan peningkatan akses internet di kapal untuk mendukung kenyamanan penumpang dan komunikasi selama perjalanan. Pilihan teknologi perlu dikaji sesuai karakteristik rute, jangkauan jaringan, kondisi operasional, kapasitas pengguna, dan biaya layanan. Alternatif yang dapat dievaluasi meliputi jaringan seluler, satelit, atau kombinasi keduanya. Penerapannya perlu mempertimbangkan keandalan jaringan, keamanan siber, serta keberlanjutan biaya operasional.
3. Penguatan kepatuhan aturan dan keselamatan melalui latihan bersama
Gagasan ketiga menekankan kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi awak kapal, serta latihan keselamatan secara rutin dan terkoordinasi. Latihan dapat mencakup prosedur keadaan Forum Kajian Keselamatan Transportasi | 13 Oktober 2026darurat, evakuasi penumpang, pertolongan pertama, penanganan kebakaran, komunikasi darurat, dan koordinasi pencarian serta pertolongan bersama Basarnas dan instansi terkait. Evaluasi setelah latihan diperlukan agar prosedur, pembagian peran, dan waktu respons dapat terus diperbaiki. Ketiga gagasan tersebut saling melengkapi. Perbaikan kapal mendukung keandalan layanan, konektivitas digital meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan, sedangkan kepatuhan dan latihan keselamatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko. Pembahasan lebih lanjut perlu mengidentifikasi kendala implementasi, pembagian tanggung jawab antarinstansi dan operator, kebutuhan pembiayaan, serta indikator yang dapat digunakan untuk menilai kemajuan. Forum ini menempatkan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Kolaborasi operator kapal, regulator, otoritas pelabuhan, Basarnas, tenaga kesehatan, galangan kapal, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi laut yang lebih aman, andal, nyaman, dan berkelanjutan. (MK)










