Makassar .Titik -Terang .com.Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan triwulan I tahun 2025 sebesar 5,78% (yoy) dan pertumbuhan .paling tinggi sejak Triwulan I tahun 2022. Angka ini mengungguli ekonomi nasional yang tumbuh 4,87.persen (yoy). Angka ini juga telah mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan
Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2024-2026 dalam kisaran 5,23 – 6,71%. Kemudian, secara q-to-q, perekonomian mengalami kontraksi sebesar 4,12% tetapi masih lebih baik jika dibandingkan dengan
periode Triwulan I 2024
Pada bulan April 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Selatan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dimana bulan Agustus 2024 s.d. Februari 2025 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. NTP Sulsel tercatat sebesar 121,64 persen atau turun 1,96% dari bulan Maret 2025. NTP Sulsel lebih tinggi dibandingkan NTP nasional di bulan Februari, Maret dan April 2025, setelah sebelumnya selalu berada di bawah NTP nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Di awal tahun 2025, neraca perdagangan tetap menunjukkan tren positif, adanya peningkatan ekspor produk kakao memberikan dorongan positif pada neraca perdagangan. Nilai ekspor tercatat 165,96 Juta US$, sementara nilai impor tercatat 71,29 Juta US$. Sampai dengan April 2025, devisa ekspor kumulatif mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,1% (yoy) dan devisa impor kumulatif mengalami pertumbuhan negative sebesar –30,1% (yoy).
Kinerja penerimaan pajak s.d. 30 April 2025 mencapai Rp2,85 Triliun atau 21,50% dari target tahun 2025 sebesar Rp13,27 Triliun, menurun 10,72% (secara bruto yoy). Penerimaan PPN mengalami pertumbuhan negatif dengan realisasi Rp1,12 Triliun disebabkan penurunan setoran administrasi pemerintahan dan perpindahan penyetoran KJS 900 (PMK 81/2024). Penerimaan PPh juga mengalami pertumbuhan negatif berasal dari pemberlakuan tarif efektif PPh Pasal 21 (TER) dengan realisasi sebesar Rp1,43 Triliun. Di sisi lain, penerimaan PBB mengalami pertumbuhan positif dari kenaikan setoran PBB Pertambangan Minerba dengan realisasi sebesar Rp13,24 Miliar. Dan
penerimaan pajak lainnya juga tumbuh positif dengan realisasi sebesar Rp276 Miliar.
Penerimaan Kepabeanan & Cukai Provinsi Sulawesi Selatan s.d. April 2025 sebesar Rp99,44 M atau 28,29% dari target yang ditetapkan atau tumbuh negatif 24,63% (yoy). Bea Masuk terkoreksi 47,67% (yoy) sebesar Rp52,21 Miliar atau 23,46% dari target akibat tidak adanya importasi beras yang terjadi di tahun lalu pada periode yang sama, sedangkan Bea Keluar mengalami pertumbuhan positif sebesar 114,26 (yoy) atau Rp19,82 Miliar atau 53,08% dari target. Selain dari ekspor produk kakao, Bea Keluar terdongkrak dari ekspor produk kernel kelapa sawit. Adapun Cukai masih berada pada tren yang sama, dimana awal tahun mengalami shortfall apabila dibandingkan dengan periode penutup tahun. Saat ini pendapatan Cukai mencapai Rp27,36 Miliar atau 29,92% dari target dan
tumbuh positif 19,51% (yoy)










