Makassar.Titik terang. Com Film independen berjudul SOLATA [Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih] baru saja meraih
penghargaan di Bulgaria. Film yang sudah dirilis di bioskop pada November 2025 tersebut
mengukir prestasi cemerlang di Golden FEMI Film Festival. Dalam salah satu festival terbesar di
negara-negara Balkan tersebut, film besutan sutradara/produser, Ichwan Persada, tersebut
beroleh Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and
Humanism.
Ichwan menerima langsung penghargaan tersebut didampingi produser pelaksana, Irfan Syam,
dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara, Listiana
Operananta, di Sofia, Bulgaria, pada 6 Juni lalu. Film SOLATA yang dibintangi Rendy Kjaernett dan
Rachel Natasya ex JKT48 bercerita tentang relawan guru dari Jakarta yang datang ke Ollon – Toraja
untuk program Kelas Jauh. Di sana ia bertemu 6 murid tersisa dengan nama-nama depan mirip
presiden Indonesia.
Selain menerima penghargaan dari Golden FEMI Film Festival, tim film SOLATA juga melakukan tur
ke 5 kota-4 negara di Eropa Timur masing-masing Sofia [Bulgaria], Bratislava [Slovakia], Budapest
[Hungaria] dan Ankara-Istanbul [Turki]. Di Bratislava dan Budapest juga dilakukan pemutaran
khusus yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ichwan sendiri tak
menyangka film “sederhana” yang diproduksinya bisa diputar di 2 negara yang sesungguhnya
masih kurang familiar dengan Indonesia. Begitupun sambutan atas film SOLATA di luar dugaan
dengan pemutaran yang disesaki pengunjung baik warga lokal maupun warga Indonesia yang
bermukim di 2 kota tersebut.
“Sambutan penonton sangat menghangatkan hati. Saya tersentuh sekali melihat betapa warga
lokal sangat mengapresiasi film ini dan terkesan dengan nilai-nilai yang disampaikan di dalamnya.
Salah satu sutradara sekaligus sinematografer yang hadir di Bratislava bahkan tertarik sekali ingin
bekerjasama memproduksi film di Indonesia. Sementara di Budapest salah satu pengunjung yang
hadir yaitu Ibu Marta dari UNIESCO Artist For Peace tak bisa menahan haru menyaksikan film yang
mengingatkannya pada putranya. Saya kira kekuatan sinema adalah bisa menjangkau wilayah-
wilayah yang sebelumnya tak terjamah dengan dialog dan visual yang bisa dimengerti bahkan oleh
mereka yang tak memahami bahasa maupun kultur kita, “ jelas Ichwan panjang lebar.
Ichwan juga menjelaskan rangkaian tur Eropa Timur kali ini juga dilakukan dalam rangka
penjajakan kerjasama produksi film dua negara. Tim film SOLATA sempat bertemu dengan Bulgaria
Film Center, Slovakia Film Comission dan Ankara Bilim University. Ia optimis bisa melakukan
produksi film di negara-negara tersebut selambat-lambatnya tahun depan.
Setelah Golden FEMI Film Festival, film SOLATA juga sudah didaftarkan untuk berkompetisi di
Tirana International Film Festival di Albania. Festival ini menjadi salah satu festival dengan kategori
Oscar Qualifying yang membuat film SOLATA berkesempatan untuk kelak mendaftarkan diri Untuk ikut kompetisi mewakili Academy Awward.










