Forum Sul Sel Peduli Siap Kolaborasi dengan Pemkot Kota Makassar terkait Pengelolaan Sampah.

  • Bagikan

 

Makassar .Titik-Terang.com.Perwakilan Dewan Pengurus Pusat Forum Sulsel Peduli (DPP. FSP), Periode 2024-2029 melakukan Aundence bersama Walikota Makassar Bapak Munafri Arifuddin, dengan tujuan memperkenalkan, mensosialisasikan keberadaan dan kepengurusan FSP dan sharing program kerja strategis yang memungkinkan disinergikan atau dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota Makassar yakni Kegiatan Gerak jalan sambil memungut Sampah yang bertemakan “Merdeka dari Sampah”.

Salah satu hasil pertemuan FSP dan Pemkot Makassar adalah bagaimana system penanganan sampah, yakni memberikan edukasi dan Keterampilan khusus (hand Made) kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola Sampah sehingga bisa menjadikan income.

Dalam pertemuan yang berlangsung 1 jam lebih, FSP dan Pemerintah Kota Makassar bersama sama meluncurkan gebrakan baru dalam mengatasi masalah sampah. Selain melibatkan masyarakat umum beliau juga berniat melibatkan kelompok rentan sebagai motor penggerak. Melalui program bertajuk “Pandawara”, dalam hal ini Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ingin memberdayakan anak-anak jalanan, anak terlantar, dan warga kurang mampu untuk menjadi tenaga terampil dalam pengelolaan sampah.

Program ini tidak hanya menyasar penyelesaian masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok marjinal untuk memiliki keterampilan dan sumber penghasilan tetap. “Daripada mereka turun ke jalan, lebih baik mereka terlibat dalam pengelolaan sampah,” tegas Munafri saat menerima pengurus Forum Sulsel Peduli di Balai Kota, Selasa (12/8/2025).

Target Kota Nol Sampah dalam Tiga Tahun

Dalam pertemuan tersebut, Munafri memaparkan ambisi besarnya: menjadikan Makassar sebagai kota zero waste atau nol sampah dalam waktu tiga tahun. Untuk mencapainya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pelibatan seluruh elemen masyarakat, serta pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Saya butuh teman-teman untuk bersama-sama melakukan ini. setiap tempat, lorong atau kampung warga, kalau kita bisa berkolaborasi melakukannya, ini akan menjadi hal yang luar biasa..Proses ini akan kita jalankan,” ujarnya.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Pemkot Makassar juga akan menghidupkan kembali tumbuhan endemik yang kian jarang ditemui di perkotaan, Tumbuhan ini juga Ramah lingkungan karena daunnya tidak mudah gugur dan punya nilai manfaat yang signifikan seperti pohon Coppeng, sawo, Sattulu.
Bibit pohon endemik rencananya akan disebar dan ditanam di berbagai wilayah Kota Makassar sebagai bagian dari program penghijauan.

Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Lingkungan

“Pandawara” dirancang sebagai tim khusus pengelola sampah yang tidak hanya bertugas membersihkan lingkungan, tetapi juga mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Pemkot berencana bekerja sama dengan pabrik-pabrik pengolahan sampah untuk mengoptimalkan daur ulang dan memanfaatkan teknologi sederhana, seperti budidaya maggot untuk mengurai sampah organik.

Dengan pendekatan ini, setiap rumah tangga di Makassar diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri, sehingga produksi limbah yang tidak terurai dapat ditekan seminimal mungkin. “Saya targetkan rumah tangga di Makassar bisa menjadi nol sampah karena terkelola dengan baik,” pungkas Munafri.

Sinergi Pemkot dan Forum Sulsel Peduli

Kolaborasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Forum Sulsel Peduli. Andi Akmal menyatakan, organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemkot Makassar dalam program lingkungan. Selama ini, Forum Sulsel Peduli telah rutin melakukan aksi bersih-bersih, penanaman pohon di 15 kecamatan dan magrove di untia, donor darah dan sunatan massal serta kegiatan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Edukasi Sejak Dini

Tak berhenti di situ, Forum Sulsel Peduli juga merancang agenda lanjutan untuk memperkuat kesadaran generasi muda. Pada peringatan Sumpah Pemuda bulan Oktober mendatang, mereka berencana mengadakan kegiatan jalan bersama serentak di seluruh kecamatan di kota Makassar.

Selain itu, edukasi lingkungan akan digencarkan di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Menurutnya “Edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda kita tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan,” kata Ketua Harian FSP Bapak Andi Akmal Asnawi SE, MM

Langkah Nyata Menuju Kota Bersih

Dengan kombinasi pemberdayaan sosial, inovasi teknologi sederhana, dan kolaborasi komunitas, Pemkot Makassar optimistis target kota nol sampah dapat tercapai. “Pandawara” diharapkan menjadi ikon baru gerakan lingkungan di Makassar — menunjukkan bahwa penanganan masalah sampah tidak selalu membutuhkan modal besar, tetapi kemauan, sinergi, dan keberpihakan pada kelompok yang selama ini terpinggirkan.

Langkah ini sekaligus membuka babak baru pengelolaan sampah di perkotaan: tidak hanya sekadar urusan kebersihan, tetapi juga pemberdayaan, ekonomi sirkular, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Jika visi ini terwujud, maka dalam tiga tahun ke depan, wajah Makassar bisa berubah total: dari kota yang bergulat dengan masalah sampah menjadi contoh kota modern yang mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan. Dan, di barisan terdepan perubahan itu, akan berdiri anak-anak yang dulunya hidup di jalanan — kini menjadi pahlawan lingkungan.

Forum Sul Sel Peduli yang terbentuk sejak 9 september 2018 telah melaukan berbagi kegiatan kemanusiaan dan mitigasi bencana ,berkolaborasi dengan penggiat alam lainnya dalam mengatasi berbagai problematika alam dan  kemanusiaan .

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *